Home arrow Moment arrow Sakral Dengan Upacara Pedang Pora

 
Sakral Dengan Upacara Pedang Pora PDF Print E-mail
Wednesday, 14 July 2010
ImageHati siapa yang tak bahagia kala impiannya untuk merajut kasih bisa sampai ke jenjang pernikahan. Tak ada ungkapan yang bisa mewakili kebahagiaan itu selain senyum ysng terus mengembang. Begitulah perasaan AKP H. Mukhamad Lutfi dan Hj. Yunita Susa lafa Miza.

          Upacara pedang pora menjadi acara utama yang mengisi rangkaian resepsi pernikahan Lutfi dan Yunita. Pedang Pora sendiri merupakan tradisi yang dilakukan terhadap perwira muda di lingkungan TNI dan Kepolisian saat melangsungkan pernikahan. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan perwira-perwira muda untuk melepas temannya menuju bahtera rumah tangga, termasuk Lutfi, yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Kwanyar, Bangkalan, Madura.

 

ImageImage

         

          Upacara bagi pasangan kedua mempelai dilaksanakan oleh perwira muda dari Polda Jawa Timur dan Polres Bangkalan di Empire Palace pada pukul 11.00 WIB. Keluarga kedua mempelai dan undangan turut menyaksikan kesakralan upacara tersebut.  Bertindak sebagai Inspektur Upacara, AKBP Drs. H. Agus Salim, Kapolres Bangkalan. Sementara yang bertugas sebagai Komandan Pedang Pora adalah Iptu Roy Prawira, SH yang saat ini menjabat sebagai Kanit Negosiator Densus 88 Antiteror Polda Jatim.

          Acara diawali dengan Hunus Pedang, dimana para perwira yang berjumlah 12 orang mengangkat pedang satu per satu secara berpasangan. Sementara kedua pengantin berjalan tegap dan hikmat. Lutfi nampak gagah dengan baju kebesaran seorang perwira, sementara Yunita terlihat anggun dengan kebaya warna cokelat.

 

ImageImage

 

          Selain acara hunus pedang dan  Payung Pora, upacara Pedang Pora juga diisi dengan pembacaan sajak, pembacaan ikrar Wira Satya, dan penyerahan pakaian Bhayangkari. Upacara pedang pora ditutup dengan laporan komandan Pora kepada kedua mempelai dan laporan pemimpin upacara kepada Inspektur Upacara. Usai upacara, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan bagi 2.600 undangan.  Tak kalah menariknya adalah iring-iringan Harley Davidson sang mempelai pria, Lutfi saat mendatangi rumah Yunita, sang mempelai wanita. Acara pun terlihatsemakin semarak.    

          Sebelumnya, pada Rabu (25/11), Lutfi dan Yunita melaksanakan akad nikah di kediaman orangtua Yunita, H. Ibrahim Sareat di Jalan Kanginan No 52-54, Pamekasan, Madura pukul 08.00. Akad nikah tersebut berlangsung khidmat. Kedua pengantin mengenakan busana serba putih tulang sebagai simbol kesakralan dan kesucian sebuah pernikahan.

Anggun dengan Warna Serba Cokelat

           Setiap orang memang memiliki selera tersendiri terhadap pilihan warna yang hendak ditampilkan dalam prosesi pesta pernikahan. Dalam fengshui, warna merupakan suatu getaran yang senantiasa direspon orang secara sadar maupun tidak. Karena itu, pilihan warna memang sangat menentukan suasana yang akan diciptakan nantinya. Pun demikian dengan pasangan pengantin AKP H. Mukhamad Lutfi, SH dan Hj. Yunita Susa Lafa Miza.  Sadar bahwa warna yang dikenakan mempengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood, kedua mempelai ini lebih memilih nuansa warna cokelat dalam resepsi yang dihelat di Brimingham Ballromm G1, Empire Palace Minggu (29/11) lalu.

          Pilihan warna ini bukan tanpa alasan. Yunita, sang mempelai wanita mengatakan bahwa warna cokelat merupakan warna favorit kedua mempelai. Selain itu, nuansa warna ini juga selaras dengan warna korp kepolisian, dimana Lutfi, suami Yunita merupakan salah seorang perwira kepolisian berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang kini menjabat Kapolsek Kwayan, Bangkalan, Madura.

 

ImageImage

 

          Erwin dari Q-Pid Organizer yang menangani prosesi pernikahan Yunita dan Lutfi mengatakan bahwa warna serba cokelat itu memang pilihan kedua mempelai. Pihaknya, hanya meramu dengan dekorasi dan nuanasa yang lain agar terlihat lebih hidup dan menarik. Diakui Erwin, warna cokelat memang memiliki kesan yang hangat dan anggun. Tak pelak, dominasi warna cokelat itu membuat suasana resepsi pernikahan terlihat hangat.  Iringan keluarga mempelai pria dan wanita pun kompak mengenakan pakaian serba cokelat. Lutfi yang mengenakan seragam perwira terlihat gagah, sementara Yunita nampak anggun dengan kebaya cokelat muda yang dikenakan.

 
< Prev   Next >
Wedding Edisi Terbaru
Image
 

FASHION & STYLE
ACCESSORIES
FEATURE
ARTIKEL
mediakit
News
menuutama
Newsflashes
FAQs
Subscribe
Unsubscribe



Polling
Polling 1
Polling 2

CS-1 (Leni)

CS-2 (Putri)

Redaksi (Basir)

Marketing (Dedy)

Rubrikasi
Make Up
Gaun
Fotografi
Prewedding
Undangan
Kue Pengantin
Kebaya
Tradisional
Souvenir
Bulan Madu
Profil
Wedding Organizer
Adat
Jas
Seksologi
Perawatan
Trend
EVENT
Moment
Catering
jewellery
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday322
mod_vvisit_counterYesterday400
mod_vvisit_counterThis week1918
mod_vvisit_counterThis month8033
mod_vvisit_counterAll349568